Oleh : Rikchal Raffles Siallagan
Sektor pariwisata merupakan sektor yang selalu menjanjikan bagi sumber penghasil devisa, karena memiliki multipliereffects bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu merupakan sebuah keharusan bagi seluruh stakeholders di Kawasan Danau Toba, khususnya di Kabupaten Samosir yang terlibat untuk mengelola sektor ini dengan baik.
Seperti kita ketahui, Kabupaten Samosir memiliki banyak potensi pariwisata, seperti wisata alam, budaya dan sejarah, yang memiliki ciri khas tersendiri. Kekhasan budaya dan daya tarik pariwisata Samosir pun tak diragukan lagi, mulai dari dapur (kuliner), pakaian adat, budaya, rumah, kegiatan sehari-hari, seni, agama, hingga panorama alam dengan ciri khas Danau Toba yang semua memiliki karakter memesona wisatawan.
Setiap tahunnya, berbagai even-even yang digelar Pemerintah Kabupaten Samosir untuk menarik minat wisatawan manca maupun domestik, seperti even tahunan Lake Toba Ecotourism Sport (kerjasama Kabupaten se-kawasan Danau Toba), Paragliding, Pesta Budaya seperti Gondang Naposo. Untuk tahun ini misalnya, Pemerintah Kabupaten Samosir telah banyak menggelar even nasional dan internasional untuk menggairahkan sektor pariwisata, seperti Fstival Internasional Pemuda dan Olah Raga Bahari, Samosir Lake Toba Paragliding International Open Competition (SLTPIOC), Horas Samosir Fiesta (HSF) dan pesta-pesta budaya lainnya.
Berbagai even di atas, seperti LETS dan FIPOB menggambarkan kesan bahwa citra pariwisata daerah yang berdiri sendiri-sendiri mulai berubah, menuju sebuah agenda pengembangan wisata berbasis kawasan. Hal ini penting dilakukan, karena bagaimanapun seluruh Kabupaten di kawasan Danau Toba memiliki potensi wisata yang tak kalah menariknya. Sebut saja Dolok Tolong (Tobasa) sebagai salah satu lokasi Gantole dan Paralayang, Salib Kasih (Taput) sebagai wisata rohani, Parapat (Simalungun), Taman Wisata Iman Sitinji (Dairi), Tonging (Karo) merupakan panorama alam, Objek Wisata Batu Aspal (Humbahas), dll.
Selain itu, agenda wisata yang melibat beberapa Kabupaten di kawasan akan menjadi sebuah paket menarik bagi wisatawan. Apalagi paket wisata ini didukung oleh pengelolaan dan jaringan yang maksimal. Paket ini tidak melulu harus berbentuk paket wisata perjalanan, bisa saja lewat pagelaran seni dan budaya, bahkan juga melalui media interaktif.
Alternatif lain juga bisa melibat lingkup yang lebih besar seperti pengembangan wisata khas Batak yang melibatkan beberapa Kabupaten di Kawasan Danau Toba, seperti Samosir, Simalungun, Tobasa, Dairi, Taput, Karo dan Humbahas.
Pengembangan pariwisata berbasis kawasan ini diharapkan mampu untuk pemerataan pemasukan bagi sektor pariwisata di daerah-daerah kunjungan wisata. Karena melalui program ini ada distribusi kunjungan wisatawan, yang berarti membelanjakan kebutuhannya tidak hanya di satu tempat saja tetapi di beberapa tempat. Namun, langkah-langkah ini benar-benar harus dipersiapkan dengan seksama untuk menghindari kompetisi yang berlebihan antar kawasan seputar Danau Toba.
Masing-masing Kabupaten harus memiliki jadwal atraksi budaya yang berbeda dengan Kabupaten lainnya, kalau pun sama mengusahakannya dalam format yang berbeda, karena seringkali beberapa program yang sama digunakan untuk menarik wisatawan. Kesan yang muncul kemudian bukannya bagus tetapi membosankan. Oleh karena itu, dibutuhkan komunikasi dan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan oeh masing-masing stakeholders di kawasan Danau Toba.
Oleh Karena itu pembentukan kerjasama Kabupaten se-Kawasan Danau Toba sangat perlu untuk memaksimalkan peran Danau Toba sebagai ikon pariwisata nasional. Sebut saja seperti Badan Otorita Danau Toba, Badan Pariwisata Kawasan Danau Toba harus segera direalisasikan. Untuk itu harus terjalin koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat, Pemprovsu dan Kabupaten lainnya untuk duduk satu meja mensinergikannya.(*)
Kamis, 03 Desember 2009
Wujudkan Visi, Samosir Harus Kembangankan Potensi Pariwisata Berbasis Regional
Label:
Berita Samosir,
Pendapat,
Wisata
Kamis, 26 November 2009
PIDATO ANAK 12 TAHUN MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
(Blog Anak Samosir)
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children's Organization ( ECO )
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah
lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental
Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12
dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga,
Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk
bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda
sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di
sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan
masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi
semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat
yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan
habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena
berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena
saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon
kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang
telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di
tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak
tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi
udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan
tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami
membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi
dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk
kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami
menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah
satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku
kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan
makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih
sayang "
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun,
bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih
begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk
berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang
anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini - kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, " Semuanya akan baik-baik saja , 'kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya."
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, "Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu"
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
"Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun "
@RS
(Dikutip dari SAMOSIR BERUBAH)
Label:
Berita Samosir
ANGGOTA DPRD KAB. SAMOSIR PERIODE 2009-2014 DILANTIK
Drs. Lundak Sagala Menjadi Ketua sementara, Tongam Sitinjak, ST Sebagai Wakil Ketua sementara
(Blog Anak Samosir)
Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 170/4651.K/Tahun 2009 Tanggal 9 Nopember 2009 tentang Pemberhentian Anggota DPRD Kab. Samosir Masa Jabatan 2004-2009 dan Pengangkatan Anggota DPRD Kab. Samosir Masa Jabatan 2009-2014, sebanyak 25 orang anggota DPRD Kab. Samosir diangkat sumpah/janji oleh Ketua Pengadilan Negeri Balige Avrits, SH di Hotel Sinur Kecamatan Pangururan, Senin (23/11). Hadir Dalam Acara tersebut Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Samosir Ober Sihol Parulian Sagala, SE, MM, Kasdim 0210/TU, Wakapolres Samosir AKP. Parulian G. Silaban, Kejari Balige, para Pimpinan SKPD Kab. Samosir dan sebagian anggota DPRD masa bakti 2004-2009
Sebagian besar anggota DPRD tersebut adalah wajah-wajah baru dan masih muda, tiga diantaranya adalah perempuan. Pengambilan sumpah/janji tersebut disaksikan ribuan masyarakat dan mengikuti jalannya sidang paripurna istimewa DPRD Kab. Samosir dengan tertib.
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kab. Samosir dibuka oleh Ketua DPRD Kab. Samosir Jhony Naibaho yang hari itu mengakhiri masa baktinya dan didampingi Wakil Ketua DPRD Kab. Samosir Drs. Abad Sinaga yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kab. Samosir periode 2009-2014. Setelah Ketua Pengadilan Negeri Balige mengambil sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten Samosir yang baru, sidang paripurna istimewa dilanjutkan dua pimpinan sementara DPRD Kab. Samosir, yakni Ketua Drs. Lundak Sagala dan Wakil Ketua Tongam Sitinjak, ST.
Dalam sambutannya Jhonny Naibaho berpesan sekaligus mengingatkan agar anggota DPRD Kabupaten Samosir periode 2009-2014 menghindari sifat tamak jabatan dan tamak materi, melainkan harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Sebagaimana dijelaskan, tamak jabatan yang beliau maksud adalah bahwa yang selama ini belum pernah menduduki jabatan publik seperti saat ini, sesungguhnya harus menyadari bahwa jabatan yang diembannya saat ini adalah amanah rakyat dan harus dipertanggungjawabkan untuk kepentingan rakyat.
Sedangkan tamak materi, beliau maksud adalah bahwa segala materi yang sudah mereka habiskan selama masa-masa pencalonan dulu, agar jangan berpikir untuk mengembalikannya dengan memanfaatkan segala cara melalui jabatan yang mereka emban saat ini. Beliau juga menegaskan agar para anggota DPRD baru tersebut jangan “terkejut badan”, maksudnya jabatan yang diemban saat ini pada hakekatnya akan mempengaruhi sikap dan perilaku sosial yang mungkin belum pernah dihadapi dan dirasakan sebelumnya, sehingga terlena dengan jabatannya tersebut dan melupakan kepentingan rakyat.
Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, sebagai Kepala Daerah sekaligus sebagai mitra kerja legislatif, berpesan dan mengingatkan sekaligus menitipkan harapan kepada seluruh anggota dewan yang baru dilantik akan tingginya ekspektasi sosial masyarakat dibandingkan terhadap DPRD sebelumnya, dengan didasarkan alasan dan pertimbangan, Pertama; anggota dewan yang dilantik saat ini merupakan representasi nyata dari harapan dan kepercayaan konstituen atau masyarakat pemilih, karena mereka terpilih dalam regulasi pelaksanaan Pemilu dengan sistem suara terbanyak. Artinya, hanya seorang calon yang memiliki basis akar rumput memiliki integritas dan keteladanan serta kapabilitas yang akan dipercaya dan dipilih masyarakat.
Kedua, pada umumnya anggota dewan yang dilantik saat ini berdomisili dan tinggal di wilayah Kabupaten Samosir, sekalipun dengan latar belakang yang berbeda, namun dengan hidup bersama, berbaur sehari-hari bersama masyarakat diyakini akan menjadi bagian dan bersenyawa dengan peri kehidupan masyarakat. Dengan demikian secara langsung anggota dewan akan dapat merasakan degup jantung serta mendengar suara hati setiap masyarakat, untuk kemudian diserap, disuarakan dan diartikulasikan menjadi sebuah keputusan dan kebijakan yang kemudian bersama eksekutif akan merangkainya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Samosir.
Lebih lanjut Mangindar Simbolon menjelaskan, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang pada intinya mengamanatkan bahwa DPRD Kab/Kota merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang merupakan bagian dari unsur pemerintahan daerah, mempunyai fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan, serta sudah barang tentu sekaligus mitra kerja pemerintah daerah (eksekutif) dalam pengelolaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, baik sejak tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pada tahap pengawasan.
Bupati menegaskan, di pundak anggota dewan yang baru dilantik, diamanatkan tugas dan tanggungjawab yang amat besar dan luas, untuk bersama eksekutif membawa kemana dan bagaimana Kabupaten Samosir lima tahun ke depan, dengan cara dan tata kelola pemerintahan berparadigma baru, semangat baru, serta harapan yang baru dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Samosir yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni Menuju Kabupaten Pariwisata Tahun 2010 Yang Indah, Damai dan Berbudaya, Dengan Agribisnis Yang Berwawasan Lingkungan Menuju Masyarakat Yang Lebih Sejahtera.
Beliau juga menegaskan bahwa eksekutif dengan dan DPRD masa periode 2004-2009, dengan segala sukaduka dan keterbatasan yang dimiliki, telah berhasil menuntaskan seluruh tugas – tugas pembentukan dan penataan infrastruktur politik dan pemerintahan sebagai kabupaten baru. Demikian juga pembenahan infrastruktur dasar pelayanan umum serta berbagai penataan dan pengelolaan tugas-tugas pokok pemerintahan lainnya, sesungguhnya sudah berjalan dengan baik dan terpola serta memiliki sistem yang sudah memadai. Dengan demikian, pada dasarnya periode 2009-2014 sudah berada pada tahap pemantapan dan pengembangan berbagai upaya dan cara mendorong percepatan pencapaian tujuan dan cita-cita dasar mengapa Kabupaten Samosir harus dimekarkan pada Tahun 2004 yang lalu, yakni kemajuan, kesejahteraan, keadilan dan kecemerlangan.
Dalam konteks hubungan antar lembaga legislatif dan eksekutif, Bupati berharap akan terjalin kemitraan yang harmonis dan dinamis, terlaksananya fungsi chek and balances yang elegan dan egaliter, saling melengkapi dan sinergis, serta diikat dengan semangat kerjasama yang saling menghormati. Intinya adalah kebersamaan, keterbukaan dan seia sekata sesuai dengan slogan Kabupaten Samosir Satahi Saoloan.
Kepada mantan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Samosir Periode 2004-2009, Bupati Samosir menyampaikan terima kasih dan penghargaan, atas kerjasama yang telah terbina selama ini dan berharap setelah purna bhakti, tetap memberikan perhatian dan melakukan yang terbaik untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Samosir.
Berikut nama-nama 25 (dua puluh lima) anggota DPRD Kab. Samosir masa bhakti 2009-2014 yang telah diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Balige, Senin (23/11); Dari Partai Hanura: Jogar Simbolon, ST, Suhanto Sitanggang, Tongam Sitinjak, ST; PDI Perjuangan: Pahala Tua Simbolon, Marsius Lumbanraja; Partai PIB; Drs. Lundak Sagala, Victor Simbolon, BA, Tuaman Sagala; PKDI: Ir. Sarhochel M. Tamba; Partai Demokrat: Russel Baringin Sihotang, Binsar Trisakti Sinaga; PNI Marhaenisme: Mesli Sinaga, Freddy Tulus Lumbantukkup, Jonni Sihotang; Partai Golongan Karya: Rosinta Sitanggang, Drs. Abad Sinaga; Partai Gerindra: Nurmerita Sitorus, S.Sos; Partai Republikan Nusantara: Junjungan Situmorang, SE; Partai Damai Sejahtera: Fernando B.P. Sinaga, S.Sos; Partai Karya Peduli Bangsa: Lindon Sihombing; Partai Buruh: Nasib Simbolon; Partai Patriot: Ir. Tahi Simbolon; Partai Damai Sejahtera: Beston Sinaga, SH, MH; Partai Pelopor: Ridwan M. Sitanggang, S,Kep dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia: Herdon Samosir, ST.(RS)
(Blog Anak Samosir)
Sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 170/4651.K/Tahun 2009 Tanggal 9 Nopember 2009 tentang Pemberhentian Anggota DPRD Kab. Samosir Masa Jabatan 2004-2009 dan Pengangkatan Anggota DPRD Kab. Samosir Masa Jabatan 2009-2014, sebanyak 25 orang anggota DPRD Kab. Samosir diangkat sumpah/janji oleh Ketua Pengadilan Negeri Balige Avrits, SH di Hotel Sinur Kecamatan Pangururan, Senin (23/11). Hadir Dalam Acara tersebut Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Samosir Ober Sihol Parulian Sagala, SE, MM, Kasdim 0210/TU, Wakapolres Samosir AKP. Parulian G. Silaban, Kejari Balige, para Pimpinan SKPD Kab. Samosir dan sebagian anggota DPRD masa bakti 2004-2009
Sebagian besar anggota DPRD tersebut adalah wajah-wajah baru dan masih muda, tiga diantaranya adalah perempuan. Pengambilan sumpah/janji tersebut disaksikan ribuan masyarakat dan mengikuti jalannya sidang paripurna istimewa DPRD Kab. Samosir dengan tertib.
Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kab. Samosir dibuka oleh Ketua DPRD Kab. Samosir Jhony Naibaho yang hari itu mengakhiri masa baktinya dan didampingi Wakil Ketua DPRD Kab. Samosir Drs. Abad Sinaga yang terpilih kembali menjadi anggota DPRD Kab. Samosir periode 2009-2014. Setelah Ketua Pengadilan Negeri Balige mengambil sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten Samosir yang baru, sidang paripurna istimewa dilanjutkan dua pimpinan sementara DPRD Kab. Samosir, yakni Ketua Drs. Lundak Sagala dan Wakil Ketua Tongam Sitinjak, ST.
Dalam sambutannya Jhonny Naibaho berpesan sekaligus mengingatkan agar anggota DPRD Kabupaten Samosir periode 2009-2014 menghindari sifat tamak jabatan dan tamak materi, melainkan harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Sebagaimana dijelaskan, tamak jabatan yang beliau maksud adalah bahwa yang selama ini belum pernah menduduki jabatan publik seperti saat ini, sesungguhnya harus menyadari bahwa jabatan yang diembannya saat ini adalah amanah rakyat dan harus dipertanggungjawabkan untuk kepentingan rakyat.
Sedangkan tamak materi, beliau maksud adalah bahwa segala materi yang sudah mereka habiskan selama masa-masa pencalonan dulu, agar jangan berpikir untuk mengembalikannya dengan memanfaatkan segala cara melalui jabatan yang mereka emban saat ini. Beliau juga menegaskan agar para anggota DPRD baru tersebut jangan “terkejut badan”, maksudnya jabatan yang diemban saat ini pada hakekatnya akan mempengaruhi sikap dan perilaku sosial yang mungkin belum pernah dihadapi dan dirasakan sebelumnya, sehingga terlena dengan jabatannya tersebut dan melupakan kepentingan rakyat.
Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, sebagai Kepala Daerah sekaligus sebagai mitra kerja legislatif, berpesan dan mengingatkan sekaligus menitipkan harapan kepada seluruh anggota dewan yang baru dilantik akan tingginya ekspektasi sosial masyarakat dibandingkan terhadap DPRD sebelumnya, dengan didasarkan alasan dan pertimbangan, Pertama; anggota dewan yang dilantik saat ini merupakan representasi nyata dari harapan dan kepercayaan konstituen atau masyarakat pemilih, karena mereka terpilih dalam regulasi pelaksanaan Pemilu dengan sistem suara terbanyak. Artinya, hanya seorang calon yang memiliki basis akar rumput memiliki integritas dan keteladanan serta kapabilitas yang akan dipercaya dan dipilih masyarakat.
Kedua, pada umumnya anggota dewan yang dilantik saat ini berdomisili dan tinggal di wilayah Kabupaten Samosir, sekalipun dengan latar belakang yang berbeda, namun dengan hidup bersama, berbaur sehari-hari bersama masyarakat diyakini akan menjadi bagian dan bersenyawa dengan peri kehidupan masyarakat. Dengan demikian secara langsung anggota dewan akan dapat merasakan degup jantung serta mendengar suara hati setiap masyarakat, untuk kemudian diserap, disuarakan dan diartikulasikan menjadi sebuah keputusan dan kebijakan yang kemudian bersama eksekutif akan merangkainya untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Samosir.
Lebih lanjut Mangindar Simbolon menjelaskan, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang pada intinya mengamanatkan bahwa DPRD Kab/Kota merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang merupakan bagian dari unsur pemerintahan daerah, mempunyai fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan, serta sudah barang tentu sekaligus mitra kerja pemerintah daerah (eksekutif) dalam pengelolaan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, baik sejak tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pada tahap pengawasan.
Bupati menegaskan, di pundak anggota dewan yang baru dilantik, diamanatkan tugas dan tanggungjawab yang amat besar dan luas, untuk bersama eksekutif membawa kemana dan bagaimana Kabupaten Samosir lima tahun ke depan, dengan cara dan tata kelola pemerintahan berparadigma baru, semangat baru, serta harapan yang baru dalam mewujudkan visi misi Kabupaten Samosir yang telah ditetapkan sebelumnya, yakni Menuju Kabupaten Pariwisata Tahun 2010 Yang Indah, Damai dan Berbudaya, Dengan Agribisnis Yang Berwawasan Lingkungan Menuju Masyarakat Yang Lebih Sejahtera.
Beliau juga menegaskan bahwa eksekutif dengan dan DPRD masa periode 2004-2009, dengan segala sukaduka dan keterbatasan yang dimiliki, telah berhasil menuntaskan seluruh tugas – tugas pembentukan dan penataan infrastruktur politik dan pemerintahan sebagai kabupaten baru. Demikian juga pembenahan infrastruktur dasar pelayanan umum serta berbagai penataan dan pengelolaan tugas-tugas pokok pemerintahan lainnya, sesungguhnya sudah berjalan dengan baik dan terpola serta memiliki sistem yang sudah memadai. Dengan demikian, pada dasarnya periode 2009-2014 sudah berada pada tahap pemantapan dan pengembangan berbagai upaya dan cara mendorong percepatan pencapaian tujuan dan cita-cita dasar mengapa Kabupaten Samosir harus dimekarkan pada Tahun 2004 yang lalu, yakni kemajuan, kesejahteraan, keadilan dan kecemerlangan.
Dalam konteks hubungan antar lembaga legislatif dan eksekutif, Bupati berharap akan terjalin kemitraan yang harmonis dan dinamis, terlaksananya fungsi chek and balances yang elegan dan egaliter, saling melengkapi dan sinergis, serta diikat dengan semangat kerjasama yang saling menghormati. Intinya adalah kebersamaan, keterbukaan dan seia sekata sesuai dengan slogan Kabupaten Samosir Satahi Saoloan.
Kepada mantan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Samosir Periode 2004-2009, Bupati Samosir menyampaikan terima kasih dan penghargaan, atas kerjasama yang telah terbina selama ini dan berharap setelah purna bhakti, tetap memberikan perhatian dan melakukan yang terbaik untuk kemajuan masyarakat Kabupaten Samosir.
Berikut nama-nama 25 (dua puluh lima) anggota DPRD Kab. Samosir masa bhakti 2009-2014 yang telah diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Balige, Senin (23/11); Dari Partai Hanura: Jogar Simbolon, ST, Suhanto Sitanggang, Tongam Sitinjak, ST; PDI Perjuangan: Pahala Tua Simbolon, Marsius Lumbanraja; Partai PIB; Drs. Lundak Sagala, Victor Simbolon, BA, Tuaman Sagala; PKDI: Ir. Sarhochel M. Tamba; Partai Demokrat: Russel Baringin Sihotang, Binsar Trisakti Sinaga; PNI Marhaenisme: Mesli Sinaga, Freddy Tulus Lumbantukkup, Jonni Sihotang; Partai Golongan Karya: Rosinta Sitanggang, Drs. Abad Sinaga; Partai Gerindra: Nurmerita Sitorus, S.Sos; Partai Republikan Nusantara: Junjungan Situmorang, SE; Partai Damai Sejahtera: Fernando B.P. Sinaga, S.Sos; Partai Karya Peduli Bangsa: Lindon Sihombing; Partai Buruh: Nasib Simbolon; Partai Patriot: Ir. Tahi Simbolon; Partai Damai Sejahtera: Beston Sinaga, SH, MH; Partai Pelopor: Ridwan M. Sitanggang, S,Kep dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia: Herdon Samosir, ST.(RS)
Label:
Berita Samosir
Langgan:
Entri (Atom)


